Hinata Umi's Work

Mesin Waktu : Ide Gilaku Ingin Ketemu Kakek

Aku pernah mikir(bersama adikku), pernah berkhayal, gimana kalau seandainya Alien itu adalah seorang manusia dari masa depan. 

Dimana, bumi di masa depan itu sudah sebegitu canggihnya sampai dapat menciptakan mesin waktu berbentuk piring terbang (Kenapa bentuknya piring? Karena menurut teori di Fisika, semakin kecil luas permukaan sebuah benda, maka akan semakin cepat dia bergerak)

Dimana bumi saat itu sebenarnya diambang kehancuran akibat ulah kita (manusia) yang menghancurkan bumi di masa yang sekarang.

Dimana manusia pada masa itu telah mengalami mutasi genetik sehingga mereka berbentuk seperti itu (ya.. kau tahu lah maksudku.. tubuh berwarna hijau, dengan kepala segitiga dan telinga yang kecil). 

Dimana mereka sengaja menciptakan mesin waktu untuk memperingatkan manusia-manusia di masa sekarang agar dapat lebih berhati-hati bermain dengan alam, yang ternyata salah diartikan oleh kita sebagai invasi. 

wkwkwkwkw.. Oke. Teori ngasal ini #plak. #abaikan
Ekekek... Dari kecil aku punya keinginan besar dan GILA. Apa itu? Membuat mesin waktu. Sederhana? Tidak sama sekali tidak. Kenapa? Karena resikonya gede banget. Kalau mesin waktunya bisa dibuat apa yang bakal terjadi? Keseimbangan alam semesta terancam.
Tapi.. tapi.. tapi.. aku pengen banget bisa punya mesin waktu.

Aku pengen tahu sejarah mama dan ayahku sampe mereka se-romantis ini sekarang. 

Aku pengen liat apa saja yang telah kulakukan selama ini, bermanfaatkah buat orang lain, atau malah menambah masalah.

Aku pengen seperti Hermione yang bisa belajar berulang kali setelah menggunakan kalungnya. Kan lucu gitu belajarnya balik laagi ke masa lalu kalau bingung-bingung. XD

Aku juga pengen lihat, suami dan anak-anakku seperti apa rupanya XD (semoga ada kisah aku, anak dan suami di masa depan. Amiinnnn)

Tapi dari semua itu, hal yang paling aku inginkan adalah ketemu sama kakekku. Keduanya. Sejak lahir aku tidak dapat bertemu mereka (beliau berdua sudah dirangkul Allah sebelum kenal denganku lebih jauh). Salah satunya sih sempat melihat kelahiranku sebelum akhirnya dipanggil juga. Kadang liat temen-temen yang pamer kakeknya datang ke sekolah atau saat lebaran bisa dipangku kakeknya, rasanya iri banget. Mereka bisa manja-manja, aku enggak. Walaupun dengan mesin waktu aku tetap enggak bisa manja-manja, paling tidak aku tahu rupa mereka. Paling tidak aku bisa tahu mereka orang yang seperti apa dan bagaimana. Jujur saja, aku rindu pada mereka, pada kedua kakek yang tidak pernah kutemui itu. *yak.. mulai melow.

Gila kan? Padahal kalau aja mesin waktu ada, bakal banyak banget masalah yang muncul dibalik manfaatnya. Mulai dari (mungkin) penyalahgunaan, sosial sampai masalah keseimbangan ruang dan waktu. Padahal mungkin saja manfaatnya akan lebih besar dibanding masalah yang ditimbulkan. Contohnya, mengetahui pelaku pencurian? Atau melihat riwayat kesehatan seseorang. Atau terapi buat yang kena amnesia. Banyak kan? atau yang lebih keren lagi, buat tahu sejarah dunia?

Yah... ini memang ide gila. Mesin waktu. Yang aku tahu, mimpi gila ini tidak akan aku realisasikan (setidaknya bukan aku yang merealisasikannya). Kenapa? Aku sadar diri. Otakku tidak sepintar eyang Einsten, kakek Newton , Om Galileo atau Grandpa Archimedes. Aku hanya seorang gadis kecil penikmat buku dan pembelajar yang penuh dengan mimpi dan ide gilanya. Cukuplah aku dengan kedua hal itu. ekeekeke...

Last word today (kata terakhir hari ini):
" You will never be able to change the world if you never be able to change yourself. " -Kau tidak akan pernah bisa mengubah dunia jika kau tidak bisa mengubah dirimu sendiri-


Share:

0 komentar

Apa yang kamu pikirkan tentang tulisan di atas? Beri komentar di bawah, ya, teman-teman.