It's funny right? To read that title. Yes, I though it's funny. We will never found the perfect one. We just jump from one to another and found that we never really satisfied with what we have now. This article is not just about me, about you (maybe), about him (if he thinks its him), and also not just about things. This article is about aall of that. Finding the perfect thing over everything arround the world.
Do you ever find something perfect in you life? The real perfect thing? Its perfect for everytime, everything, and everywhere? With my whole heart, I will said, You won't ever found that thing. Why? Because God makes everything not perfect. In order to make us worshipping Him all the time, He creates everything in imperfect form.
Okay, let's muhasabah. How did woman became pregnant? If woman is a perfect creature why is it not getting pregnant by itself? Why? She can give love. She can do everything that (maybe) man can do. She can do a housework. She can be a pilot. She can be a traveller. She can be a doctor. She can be an entertainer. She can be a designer. She can do everything, but why she can't pregnant by herself?
Okay, let's see the easiest one. Can you see the tree? Does the tree can live without the sun? Can you see yourself, can you live without eating? Can you live without help from the other such as your mom? Exactly. There is nobody perfect. Everyone needs help. Everyone needs to be remaind by the others. Everyone needs the other everyone.
So, we can't find the perfect one? Yes. We can't! if we search it in the world or the sky, it will never be found. You must search it in you heart. You will find Him. He, who guides you to choose your path. He, who give all the things you need. He, who gives you all the things you want. He, who knows everything about you. God!
This is, one after another that I found when I am in the Saudi Arabia.
Ini adalah Pelajaran terakhir yang Uum dapetin saat Uum berada di gugusan Pulau Seribu.
Dari segitu banyak niat sebelum pergi ke sana, ada niat kuat yang beneran pengen Uum dan temen-temen capai selama di sana. Apa itu? Saling menjauhi. Kenapa? Banyak faktor. Salah satunya Uum ingin menikmati jalan-jalan di sana tanpa mikirin masalah orang lain.
Postingan kali ini tidak seluruhnya menceritakan kisah selama Uum ada di Gugusan Pulau Seribu. Cerita kali ini menceritakan kejadian selama beberapa hari sebelum Uum berangkat. Cerita saat Dinna Amelina stress banget dengan skripsinya dan minta jalan-jalan.
Akhirnya, Uum ngajak dia jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Di sana kami jalan-jalan mengelilingi seluruh kebun raya. Dari si pohon baja kembar, jembatan merah gantung, makan di musholla, masuk ke taman anggrek, ambil air minum gratis, masuk ke taman obat-obatan, sampe keliling museum binatang. wkwkwk Semuanya dijelajahi yang membuat kaki Uum sakit banget. BANGET.
Pulang dari sana Uum tepar. Kaki sakit banget, ke kampus seninnya dengan perlahan banget for the sake of kaki sakit. Padahal hari itu ada presentasi paper submission kelas Desain Analisis dan Algoritma. Jadilah Uum tampil presentasi hari itu dengan (mungkin) wajah miris menahan kaki yang keram abis.
Berhubung hari jum'at malemnya mau berangkat, ga mau dong Uum kakinya sakit. Ada mendakinya cuy di gunung anak Krakatau. RUGI. Jadi sisa harinya Uum pake buat ngilangin sakit kakinya. Caranya gimana? Jalan tiap hari pas pulang ngampus muter dari samping FISIP terus jalan ke St. UI baru jalan ke kosan dari jalan Margonda. Ugh... rasanya maknyoss.
Saat tiba waktunya naik, percaya atau enggak, itu ngefek. Rasa sakit dan keram yang biasa Uum rasain kalau kurang istirahat atau maksain diri untuk gerakin kaki, ga kerasa waktu naik itu. Yang ada hanya perasaan aku harus sampe, aku harus bisa. Semangat buat naik dan olahraga kaki yang Uum lakukan rutin seminggu sebelumnya itu ngefek banget. >.< Di sini Uum jadi paham bener pentingnya olahraga.
Mungkin kalo latihan itu ga Uum lakuin, Uum bakalan keram kakinya selama perjalanan kesana >.<
Last :
"It's important to train not only your brain, but your body as well."
Ada dua hal yang akan Uum ceritain di sini terkait dengan #knowMyLimit. Pertama. mengenai kenapa Uum akhirnya memilih enggak snorkelling di hari kedua dan kenapa akhirnya Uum memilih enggak ikutan Api unggun di malam kami pulang dari gugusan Pulau Seribu.
Mungkin sebagian akan berpikir bahwa Uum sedang mencari-cari alasan, namun Uum bilang, Uum sedang melakukan #KnowMyLimit. Kenapa ini jadi Uum angkat jadi hal yang Uum pelajari selama melakukan perjalanan #AmazingKrakatoa? Karena #KnowMyLimit udah jadi hal yang paling sering diabaikan sama orang-orang saat ini, termasuk Uum sendiri. Seringnya Uum memaksakan sesuatu hingga batas paling atas Uum. Dan seringnya pula, Uum terjebak dan ga bisa menyelesaikan apapun.
Okay apa aja sih kejadian yang membuat Uum berpikir bahwa #KnowMyLimit itu penting? Nih :
Masih tentang perjalanan Uum ke gugusan pulau Seribu, Lampung. Rasanya masih belum puas jika Uum belum menjabarkan semua yang Uum dapat selama perjalanan itu. Saking banyaknya Uum bahkan membagi cerita Uum selama di sana menjadi tujuh buah part agar semuanya bisa Uum jabarkan dengan baik dan benar.
Selama perjalanan demi perjalanan yang kami lalui, tak hentinya Uum merasakan keindahan mata dan pemandangan yang terpapar di hadapan Uum. Laut lepas yang membiru membelah langit dan bumi. Pemandangan yang sungguh luar biasa untuk Uum. Belum lagi, gugusan pulau yang banyak banget di sekeliling Uum. Seolah gunung dan bukit di tengah lautan.
Mari Uum ceritain lanjutan dari kisah Uum 3 hari berada di daerah lampung.
Kisah pendakian ini terjadi pada hari ketiga kami di gugusan pulau Seribu itu. Dini hari itu, setelah istirahat yang menyenangkan dari jam 7 malam di mana semua orang sedang rebutan mandi karena tidak ada air di penginapan, Uum akhirnya terbangun. Tenang Uum masih sempat bangun kkok sekitar jam 10 malam untuk membersihkan tubuh dari sisa-sisa air asin sehabis snorkelling. Penasaran melihat sekeliling yang ternyata berisi orang-orang tepar di atas masing-masing kasur mereka. Uum menggolekkan badan lagi dan tidak berhasil lanjut untuk tidur. Maka dari itu, Uum akhirnya membuka pintu kamar dan melihat sekeliling kembali. Sepi. Horor banget itu pulau malem-malem. >.<
Hai guys..
Ceritanya Uum pergi jalan-jalan tiga hari ke lampung. Lebih tepatnya sih ke Pulau Sebesi untuk Snorkelling dan tracking Anak Krakatau. Perjalanan kami, iyaa, kamii... Kenapa kami? Karena Uum enggak sendirian :D Uum pergi ke sana bersama tiga puluh lima orang teman Uum, yah.. Walaupun hampir separuhnya enggak Uum kenal >.< Tapi bukan itu yang mau Uum bahas di sini.
Halo Guys. Mungkin uum ingin sedikit cerita mengenai sebuah kisah. Kisah tentang Uum yang mengikuti sebuah turnamen kepenulisan. Uum pernah kok cerita mengenai kisah ini tahun lalu. Saat Uum mengikuti Battle Of Realms 3 - HxH.
Tahun ini, turnamen keempatnya pun diselenggarakan dengan panitianya adalah orang yang Uum kenal. Bang Glen. Yup!! Bang Glen yang itu. Bang Glen yang sering Uum panggil Om saat menyangkut urusan BSO atau Blogger Shout Out.
Hari ini ada kejadian menarik di atas kereta yang kutumpangi dalam rangka kopdar bersama sebuah komunitas yang aku ikuti. Kopdarnya BOR.
Hal ini terjadi di gerbong wanita, yang (seharusnya) dinaiki oleh wanita pula. Kejadian ini sesungguhnya menggelitik hatiku. Tujuanku kali ini berjalan-jalan hanya satu, menghilangkan stress yang terus berkecamuk di otakku karena banyaknya tugas dan proyek yang harus ku kerjakan belakangan ini. Karena kopdar ini(yang baru kali ini kulakukan bersama komunitas ini) diadakan di Jakarta(aku kan di Depok), tepatnya di Museum Bank Mandiri, jadilah, aku naik kereta dari st. UI dengan tujuan st. Kota.
Hai Guys, hari ini uum akan
membahas yang sedikit berat. Hal yang paling jarang uum lakukan. Okay. Let’s
see!!
Tulisan ini berawal pada tanggal
20 april kemarin malam, Cindy mengajak uum untuk mengikuti acara dari UKM KSM
UI. Acara jalan-jalan UKM tersebut. Yah... daripada bosan di kosan, uum memilih
ikut. Jalan-jalannya ke Bogor. Berangkat naik kereta paling malam, dan pulang ke-esokannya naik kereta paling
pagi. Uum tidak pernah naik kereta malam
seperti itu, dan tidak pernah pula naik kereta sepagi itu. Ya... ini jelas
pengalaman pertama untuk uum. Singkat kata singkat cerita, uum belajar banyak
dari perjalanan tersebut. Perjalanan tersebut membuka mata uum lebar-lebar,
bahwa negara ini memang masih belum membuka mata terhadap keadaan rakyatnya
sendiri.
Baca cerita sebelumnya
disini...
Tadinya hanya berencana membuat cerita ini menjadi 3 bagian. Tapi apa daya, ternyata cerita pada saat diriku ke Tegal itu terlalu banyak, hingga akhirnya uum memutuskan untuk menyelesaikan cerita ini dalam beberapa bagian. Kasian yang baca ntar :D
Mari kita lanjut cerita kemarin. Lanjutt!!!!!!
Kami pun akhirnya menaiki bus tersebut dan duduk di kursi paling belakang. Kami memilih kursi paling belakang tersebut dengan pertimbangan, dekat dengan pintu keluar, ada space untuk meletakkan barang-barang bawaan kami yang cukup berat jika harus dipangku dan saat itu kursi inilah yang dapat dilalui tanpa hambatan. wkwkwkwk. Posisi duduk kami, paling kanan tante duduk dekat dengan jendela, lalu uum, Om Andreas, dan Om Amir.
Sampe dimana kemaren? oh iya sampe kami nunggu kereta di Stasiun Juanda. Setelah mununggu cukup lama (ga lama juga sih kan cuma 1 jam : D) dan diwarnai dengan makan bolu kukus amanda, makan roti-rotian dan minum yang banyak,15 menit sebelum kereta tiba kami naik ke lantai 3, tempat dimana kereta yang akan kami naiki standby.
Tidak berapa lama kereta yang akan mengantarkan kami ke Tegal-pun tiba. Kami pun melihat kembali ke tiket kereta untuk mencari tahu posisi gerbong dan posisi kursi yang sudah di booking. Karena tidak menemukannya kamipun memutuskan untuk bertanya pada salah seorang petugas kereta. Si petugas kereta yang berwujud bapak-bapak itu menunjuk ke arah depan kereta alias ke arah lokomotifnya. kami-pun bergerak ke arah yang di tunjuk.
Hai hai teman-teman readers sekalian....
Sudah cukup lama kayaknya uum enggak menyentuh blog ini dengan cerita uum sendiri :D
Yak setelah.. kemaren tanggal 11 uum sama om Andreas ke rumah orang tuanya kak Lia, pacarnya om Andreas, uum di ajak ke Tegal untuk kondangan pernikahannya Kak Nasikhin(Fasilkom UI 2003) dan kak Indah(Teknik UI) saat liburan lama ntar.
Jadilah tanggal 16 november kemaren uum bersama Om Andreas, Tante Ana Mariana Martalata Saranghaeyo*jadi ngeledek tante* a.k.a tante ana, Om Amir Muhammad a.k.a Om Amir berangkat bersama menuju Tegal. Go!Go!Go!
Semester ini merupakan semester paling hektik dalam sejarah perkuliahan uum selama uum masuk ke Fasilkom UI. Tugas silih berganti datang menerjang dan tak memberi jeda untuk istirahat. Belum selesai tugas ini tugas yang itu sudah datang. Belum lagi habis deadline-nya, muncul deadline baru.. ><
 |
| Karya Panecake Gagal dari uum XD |
Jadi kemarin itu uum buat kue panecake. Setelah Jadi uum tahu apa yang bikin nih panecake lebih terasa seperti roti cane di banding kue panecake.
- uum tidak menggunakan takaran dengan benar. Dalam kaidah masak-memasak, ternyata takaran itu sangat penting!!
- Di dalam resep panecake yang uum lihat, kuning telur dan putih telurnya dipisah. Nah, putih telurnya itu harus di mixer sampai kaku.....banget. kesalahan uum adalah uum enggak tahu itu putih telur udah kaku apa belon *yang ternyata belon*. ini ternyata juga sangat penting teman. putih telur yang kurang kaku akan mengakibatkan tekstur dari si panecake keras dan lebih mirip telor dadar dibanding panecake.
- Uum tidak tahu bedanya tepung gandum dengan tepung terigu. yang di gunakan dalam membuat panecake adalah tepung terigu. nah... karena warna kedua tepung sama dan tidak ada perbedaan di kemasannya *misalnya tulisan apa gitu* #nih tepung di taruh mama di plastik ukuran seperempat# uum nyampurin aja kedua tepung itu ke dalam adonan. Ternyata kita harus teliti juga masalah ini. Tepung gandum membuat adonan agak sedikit keras setelah di masak. Makanya, harus bisa bedain deh kedua jenis tepung ini. Tepung gandum kalau di rendam air panas akan mengental, sementara tepung beras tidak.
- Saat memasak, pilih api paling kecil dan tunggu hingga tingkat panas wajan maksimal. Tuang sedikit dan benar-benar tunggu tuh adonan mateng di bagian bawahnya. Lalu balik adonan. Uum tidak melakukan itu kemaren, makanya tuh pancake warnanya begitu.
Itulah sedikit pengalaman uum dalam membuat Panecake gagal itu. Ntar kapan-kapan kalo uum masak lagi kue-kue seperti ini, uum akan share lagi. Semoga berguna teman-teman :)
hai teman-teman... Kemarin saat tanggal 13 juni 2012 uum menginap di rumah inas. uum sih sering nginep tapi bareng ketiga anak cowok yang ada di lingkungan pergaulan uum itu, belum pernah sama sekali.
ini berawal dari ide vini agra buat deep sharing. muncullah ide untuk nginep bareng rame-rame.
yang fix ikut itu, inas, aku, vini, dinna, rachmad sama erryan. si Hafizh enggak mau ikut. si sara juga di ajak tapi ga bales sms. jadi kami asumsikan dia ga mau ikut.
Yak... Hari ini uum ingin membahas salah satu pengalaman uum yang aneh. X_X
Jadi, mungkin sekitar delapan bulan yang lalu. Uum sering banget di ajakin sholat malam sama teman sebelah kamar, tapi uum jarang banget bisa bangun. Walaupun udah di gedor-gedor pintu kamarnya, udah pasang alarm, di telponin, tapi enggak pernah bisa bangun. Berbagai cara uum lakukan biar bisa bangun malam. Tapi tetep aja ga bisa bangun.
Namun entah kenapa malam itu, uum bisa bangun sendiri, tanpa ada yang bangunin uum, tanpa ada alarm yang berbunyi, tanpa ada yang gedor-gedor dan tanpa ada yang nelpon atau SMS untuk ngebangunin. Ajaib banget!! +o+