Hinata Umi's Work

Pahlawan, Ceritamu Kini...

Deru pesawat tempur memekakkan telinga..
Darah... senjata..
Lawan... Teman...
Tak kenal lagi kata lelah...
Kala itu, hanya satu tujuan yang ingin dituju..
MERDEKA

Saat itu.. Namamu di elu-elukan sebagai pembela bangsa..
Tak hanya di desa, bahkan kota pun mengenal engkau.
Betapa bahagia rasanya mengetahui Negaramu "selamat"
Walaupun untuk itu, ribuan nyawa telah jatuh.
"Tak apa... ini demi negara.." katamu.
Apa kata mereka tentangmu?
" kau adalah PAHLAWAN.."
begitu mereka menyebutmu..



Kini, di sebuah sudut desa...
di sebuah pojok pinggir kali...
di sebuah rumah kecil di pinggir hutan...
di usia rentamu.
darah, senjata, kawan, lawan, nyawa,
MERDEKA...
PAHLAWAN..
Semu tinggal sebutan..
semua tinggal kenangan..
Hanya kau dan teman seperjuanganmu yang tahu...
hanya kau dan teman seperjuanganmu yang mengerti..

Ceritamu tetap abadi. Namun..
kini bagaikan dongeng..
hanya nama-nama orang ternama yang masuk dalam sejarah..
Namamu??
Terlupakan...
terkenang di ingatan mereka yang menyayangimu.

Tapi pahlawan..
ingatlah...
perjuanganmu, rasa lelahmu..
Telah membahagiakan ANAK CUCUMU..

Terima Kasih, Pahlawanku..

Share:

3 komentar

  1. Pahlawan itu tidak hanya untuk di kenang,tp kita sebagai Generasi mereka, harus meneruskan perjuangan mereka, dengan melakukan hal'' yg berguna bagi bangsa Indonesia,
    kita''lah yg akan menjadi GEnerasi Pahlawan Indonesia O,O

    BalasHapus
  2. Uwogh, puisi yang indah dari Umroh... :D
    Keren! >.<

    BalasHapus

Apa yang kamu pikirkan tentang tulisan di atas? Beri komentar di bawah, ya, teman-teman.