Tahu enggak kenapa kita sholat, yang perempuan harus pakai mukena dan yang laki-laki dibiasakan pakai sarung?
sederhana : karena jaman dulu, perempuan di Indonesia menolak menggunakan pakaian yang menutup aurat. sedang laki-laki terbiasa pakai celana pendek yang di atas lutut. Maka dari itu, pendakwah jaman dulu memberikan Mukena dan sarung sebagai solusi.
Sayangnya entah kenapa budaya itu menjamur dan memberi kesan bahwa kita wajib menggunakan kedua alat itu saat bertemu dengan-Nya. Padahal, asal pakaian bersih dan menutup aurat dengan syar'i (lirik google untuk melihat defenisi hijab syar'i bagi pria dan wanita) kita dapat dengan segera bertemu dengan-Nya sesaat setelah mengambil wudhu
BOYS Point Of View :
Sebagai temen, kadang-kadang, gue enggak ngerti cewek itu maunya apa. Gue jahat mereka marah. Alasan nyebut gue jahat? Ga mau nganterin mereka belanja. Ga mau nemenin mereka ke salon. Ga mau dengerin mereka curhat. Ga mau ngasih pundak buat mereka nangis.
Oke. Gue berubah. Jadi baik. Gue ikutin maunya mereka. Entah sial antau emang nasib, Gue malah disebut PHP. PHP. Sekali lagi gue sebut. Pe-Ha-Pe. Mereka pada suka sama gue. Alasan mereka suka sama gue? Gue mau nganterin mereka belanja. Gue mau nemenin mereka ke salon. Gue mau dengerin mereka curhat. Gue mau ngasih pundak buat mereka nangis.
Arrrghhhhh, maunya apa sih?
Detik saat aku berpikir bahwa segala hal akan sulit, disaat itu pulalah datang kemudahannya
"fainnama'al usri yusra, inna ma'al usri yusra" - "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, bersama kesulitan pasti ada kemudahan" (Al- Insyirah: 5-6)
*inget pulang ke kosan dengan bayangan mau minum kopi buat begadang ngerjain tugas ML, lalu ternyata mati lampu. Saat berpikir sulit dan mau nangis karena khawatir tugas enggak selesai + belum makan malam juga. detik saat air mata itu akan keluar, lampu menyala.
Ne...
Do you know what love is?
Let me tell you..
Love is ...
I don't know.
kau tahu?
Hati manusia itu seperti kotak pandora.
Sekali kau membukanya, ia akan memunculkan hal-hal yang tak kau harapkan.
Dulu, sebelum kotak pandora itu terbuka
aku dengan senang hati penasaran
Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku
Apa isinya?
ada apa di dalam sana?
Seperti apa rupanya?
Seperti apa bentuknya?
Kenapa ia tertutup?
Apa kabar kau di sana? Sudahkah kau makan hari ini? Ataukah sekarang sedang terlelap menguapkan keletihanmu hari ini? Ah... seandainya aku di sana hari ini bersamamu, ingin kuelap pelipismu yang berpeluh itu. Namun aku tahu, hal itu tak mungkin. Seperti katamu, kita tak halal.
Aku tahu, aku memang bukan penggambar yang bagus, jelek mungkin bagi orang lain. Tapi aku bangga sama hasil gambar-ku. Karena jika dibandingkan dengan beberapa gambar sebelumnya, atau gambar setahun yang lalu, ini sudah jauh lebih baik. Aku tahu aku belajar.
Aku tahu, aku memang bukan penulis yang keren, yang membaca belum tentu nyaman dengan tulisanku. Tapi aku bangga dengan tulisanku sendiri. Sebab, dibandingkan dengan tulisanku yang sebelumnya atau setahun yang lalu, atau saat aku SMP, tulisan yang sekarang masih jauh lebih baik. Aku tahu aku memang belajar sesuatu.
"Then, STOP Complaining, and Be the Light That I Ever Described as you.... Did you remember? Too Blight is Bad... So Control your Light and Dont you Ever Enlight other with So Much light... It'll burn them... XD"
- Aki August Phoenix -
Kalimat ini uum dapat dari seorang cowok(?) yang sebut saja dekat dengan Uum. Tenang kedekatan kami bukanlah kedekatan antara seorang pria dan wanita. Entah kenapa Uum yakin sekali dengan hal itu. Mungkin karena dia sudah punya pacar? Atau mungkin juga karena kami tak pernah bertemu? Kedekatan kami murni kedekatan antara seorang sahabat dengan sahabat lainnya.
Wait, tapi bukan itu yang ingin Uum sampaikan di cerita kali ini. Cerita kali ini ini Uum ingin mengangkat apa sih yang dimaksud oleh Aki di kalimat itu.