Hari ini, 9 juni 2013, Genap umurku dua puluh lima tahun. Usia yang dipandang oleh masyarakat sebagai usia yang sudah pantas untuk menyandang gelar ibu rumah tangga. Aku, bukannya tak mau menikah. Saat ini aku sedang menunggu. Menunggu orang itu. Dia yang sudah berkenalan dengan ibuku. Dia yang sudah berkenalan dengan ayahku. Dia yang sudah berani melamarku ke hadapan ayahku setelah ta'aruf ketiga kami.
Hinata Umi's Work
Pernah baca post uum tahun lalu? Post saat uum ulang tahun yang ke-19 tahun?
Percaya atau enggak, harapan uum di post itu hampir 60%-nya terkabul. Sungguh uum kaget! Kaget banget. Pas baca lagi post itu beberapa waktu yang lalu, uum baru sadar, harapan uum yang dituling dengan enggak mendetail itu malah hampir terwujud semua. wkwkwk.
Horcruxt, uum udah berhasil membuat beberapa Horcruxt, apa aja? Banyak yang bahkan enggak bisa uum sebutin satu persatu disini semuanya, yang gede-gede kayak beberapa aplikasi yang berhasil uum buat tanpa bantuan orang lain, beberapa kreasi meronce, dan kreasi flanel, photo-photo yang overload dimana-mana, wkwkwk. uum aja enggak nyangka.
Hal hebat apa yang udah uum lakukan di umur 19 tahun kemaren?
| asal gambar dari sini |
Back to square one, back to the beginning when I first fell for you
It seems like you went back to those times so I am frustrated
You pretend not to know anything, pretend not to see me sighing
I just see you smiling and I can’t believe it so I just pointlessly laugh
It seems like you went back to those times so I am frustrated
You pretend not to know anything, pretend not to see me sighing
I just see you smiling and I can’t believe it so I just pointlessly laugh
"Hari ini aku niat untuk belajar x, y, z sampe tuntas!!!"
***
***
Niat memang selalu memegang peranan penting dalam setiap kegiatan manusia. Mulai kita lahir sampai kita meninggal. Mulai dari bangun tidur sampai akan tidur kembali. Tanpa niat yang tepat banyak orang yang 'gagal' menjalani harinya. Banyak yang merasa berjalan tanpa arah. Tapi, apakah niat memang se-penting itu?
Waktu zaman SMA, Guru Kimia uum saat kelas tiga(atau kelas XII) yang bernama bu Dempsey Pardosi(maaf ya bu kalau namanya salah) bilang gini(alasan kenapa ibunya ngomong gini uum samarkan demi kebaikan pribadi, wkwkwk) " Umroh, Kamu tahu di dunia manusia ada dua niat yang berbeda, satu niat yang beneran niat dan yang lainnya adalah niat yang hanya diucapkan. Menurut kamu mana yang lebih baik?" Uum sempet mikir sebelum menjawab yang pertama. Terus ibunya nanya lagi " Menurut kamu perbedaannya apa?" nah uum dengan semangat ngomong," yang pertama itu niat yang sungguh-sungguh, yang beneran diucapin dari hati sama orangnya. Sedangkan yang kedua niatnya cuma di mulut aja bu, tidak sungguh-sungguh."
Hulahup, makin kesini uum semakin jarang posting. Makin jarang juga nemuin ide buat di ceritain ke kalian. Blog uum makin berdebu dan makin enggak jelas aja isinya. Bahkan mungkin makin banyak sarang laba-laba yang nyangkut disini. Kayak gini ceritanya target 350 post blog uum tahun ini bakalan gatot alias gagal total. wkwkwkw.
Selama uum berada disini, uum sudah beberapa kali mengikuti kegiatan yang disebut dengan "Rapat", "Syuro", atau "meeting" sama orang-orang, uum sendiri sih lebih menyukai hal itu disebut sebagai 'debat'. Uum bisa ikut kegiatan-kegiatan itu biasanya karena entah itu karena uum ikut dalam satu organisasi atau karena uum 'terjebak' dalam suatu pembicaraan. Uum tidak terlalu suka terjebak dalam pembicaraan-pembicaraan tersebut. Kenapa? Karena umumnya (tidak men-generalisasi sih) pembicaraan-pembicaraan tersebut akan berisi atau berakhir dengan :
Pada tahu hukum gravitasi? Hukum yang
diperkenalkan pada kita dari jaman waktu SD(waktu saya masih sekolah sih begitu),
ternyata banyak fungsinya loh kalau kita kaitkan dengan kehidupan kita sendiri.
Ingat kan betapa guru-guru kita dengan
semangat menceritakan kisah si Ilmuwan terkenal tersebut menemukan Hukum ini
bersama pohon apelnya. Lebih tepatnya sih dia menemukan Hukum tarik-menarik
antara dua benda. Benda dengan gaya tarik lebih besar akan menarik benda dengan
gaya tarik lebih kecil. Tapi disini, bukan tentang ini yang mau uum jelasin.
Coba kamu bayangin ada dua orang
yang ingin bunuh diri dari lantai 10 sebuah gedung. Apa yang mereka pikirin pas
mau bunuh diri menurut kamu? I bet you will think about something like “mungkin
karena keadaan keuangan.” Or “ dunia ini tidak adil.” Or “ mereka selalu
mendapatkan apa yang mereka mau, kenapa aku tidak??”, or something like that.
Yah bener banget.. mereka merasa dunia tidak adil buat mereka. Lalu, apakah
dunia ini memang tidak adil? NOPE!!
Hai senjaku...
Kapankah kau akan berlalu?
Aku ingin melihat bintangku bersemi di langit malam yang gelap itu..
Senjaku..
Kau tahu? Kau sangat indah...
Warna jinggamu begitu lembut memasuki hatiku..
Menghangatkan hatiku yang selalu dingin,
Membiarkan aku masuk ke dalam warnamu yang membuatku melambung..
Kapankah kau akan berlalu?
Aku ingin melihat bintangku bersemi di langit malam yang gelap itu..
Senjaku..
Kau tahu? Kau sangat indah...
Warna jinggamu begitu lembut memasuki hatiku..
Menghangatkan hatiku yang selalu dingin,
Membiarkan aku masuk ke dalam warnamu yang membuatku melambung..
"Ujian udah dekat. Waduuuh belum belajar, belum ngerangkum, belum ngerjain semua tugas yang kemarin-kemarin. Astaga.. Apa yang harus aku lakukan??"
hmh... pernah ga sih, kejadian ini kalian alami? Serasa enggak punya waktu luang lagi. Butuh belajar, tapi tugas masih banyak. Mau ngerangkum, ga berasa punya waktu. Kalau uum mengalami hal ini, mungkin uum udah depresi atau stress kali ya?


