Hai
all... Pernah dengar tentang kekuatan percaya diri? Atau tentang bagaimana kau
harus menghilangkan pikiran burukmu untuk mewujudkan mimpimu? Uum sering mendengar kata-kata itu. Dari
orang-orang terdekat, dari buku-buku yang uum baca, atau dari film-film yang
uum tonton.
Bagi
uum hal-hal itu memang sangat tidak terlalu memberikan efek, awalnya. Tapi
tidak setelah uum nonton sebuah film berjudul “The secret”. Sebenarnya uum
“terpaksa” nonton film ini. Sekitar 1 tahun yang lalu, uum mengikuti sebuah
kelas wajib bernama “english class”. Dari kelas tersebut terdapat tugas
presentasi menggunakan Bahasa inggris dalam bentuk kelompok. Salah satu
kelompok tersebut mempresentasikan film the
secret ini dengan tema “The Law of Attraction”. Uum agak takjub ada yang
benar-benar “niat” meneliti hal tersebut.
Hai Guys, hari ini uum akan
membahas yang sedikit berat. Hal yang paling jarang uum lakukan. Okay. Let’s
see!!
Tulisan ini berawal pada tanggal
20 april kemarin malam, Cindy mengajak uum untuk mengikuti acara dari UKM KSM
UI. Acara jalan-jalan UKM tersebut. Yah... daripada bosan di kosan, uum memilih
ikut. Jalan-jalannya ke Bogor. Berangkat naik kereta paling malam, dan pulang ke-esokannya naik kereta paling
pagi. Uum tidak pernah naik kereta malam
seperti itu, dan tidak pernah pula naik kereta sepagi itu. Ya... ini jelas
pengalaman pertama untuk uum. Singkat kata singkat cerita, uum belajar banyak
dari perjalanan tersebut. Perjalanan tersebut membuka mata uum lebar-lebar,
bahwa negara ini memang masih belum membuka mata terhadap keadaan rakyatnya
sendiri.
Today was a second day for my midterm exam at Computer Science Faculty on University of Indonesia. The problem is not really hard I think. Because, I have ever solve that problem before. So what is my problem now? Nothing particular.
huaaaiiii... guys... its feel so long since I've been post here...wkwkwk
Hari ini tidak seperti biasanya. Bukan. Bukan karena dia tidak melihat ke arahku. Bukan juga karena aku yang melihat bagian belakang tubuhnya seperti biasanya. Dia melihat ke arahku berkali-kali.
Ah ... aku tidak tahu apakah hatinya juga melihat ke arahku seperti matanya. Aku masih berharap tidak hanya matanya yang menatapku, hatinya juga. Walaupun aku tahu pasti sulit untuk membuat hatinya melihat ke arahku setelah ada dia-dia yang lainnya di sana. Di hatinya.
Mungkin jika hatinya berbentuk stack. Maka, aku akan menjadi tumpukan yang entah ke berapa. Hanya, kemarin dan hari ini kau memandangku dengan mata itu. Mata itu. Mata yang biasanya memandangku dengan biasa saja. Sekarang mata itu menatapku dengan lembut, lembut yang melindungi dan itu terasa nyata. Terima kasih atas semua hal itu.
Dulu kau terasa jauh. Sangat jauh. Bahkan kau tak tersentuh, namun sekarang, keberadaanmu semakin dekat. Semakin dapat kurasakan. Mata itu lah yang membuatku merasa kau dekat denganku. Matamu yang memandangku dengan berbinar. Itulah yang selama ini membuatku merasa aku harus tetap bertahan.
Terimakasih.
Bicara tentang jujur, pernahkah kita berpikir dengan benar dan percaya sepenuhnya pada orang lain? Kalau uum, sejujurnya, uum tidak bisa percaya total sama seseorang. Walaupun di mulut uum, uum berkata aku percaya mereka. Tapi hati uum enggak melakukan hal yang sama. Ini sama aja dengan bohong kan ya? Sebenarnya sederhana, tapi kita tetap merasa lebih baik berbohong daripada jujur. Yah... istilahnya sih white Lie. Kata orang yang enggak tahu dampak dari bohong itu sendiri, white lie itu baik. Padahal apapun itu, yang namanya bohong ya tetap bohong!
Tahun ini adalah tahun kesekian uum enggak bisa merayakan ulang tahun mama di sampingnya. Sedih banget rasanya. Biasanya satu minggu sebelum mama ulang tahun, pasti deh uum, fahmi dan ulfa akan berkumpul rembukan apa yang harus kami lakukan di hari-H.
Keluarga kami bukanlah keluarga yang mengagung-agungkan ulang tahun. Hari ulang tahun anggota keluarga hanya salah satu alasan dari beribu alasan yang dapat membuat kami semuanya meluangkan waktu dan berkumpul bersama. Bukan ulang tahunnya yang menjadi subjek, berkumpulnya yang kami agungkan.