This post is written in English too, Please go to the bottom of the page if you are not understand Bahasa.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berawal dari ingatnya uum sama kata-kata yang dulu pernah diucapkan oleh seseorang ketika uum benar-benar merasa jatuh karena beberapa mata kuliah yang dengan sukses tidak dapat uum lewati. Rasa kesal karena ga bisa mendapatkan nilai yang bagus. Kesal karena tertinggal dari yang lain. Kesal karena uum ngerasa uum bisa mendapat yang lebih. membuat uum nangis meler seharian di dalam kamar.
Berawal dari ingatnya uum sama kata-kata yang dulu pernah diucapkan oleh seseorang ketika uum benar-benar merasa jatuh karena beberapa mata kuliah yang dengan sukses tidak dapat uum lewati. Rasa kesal karena ga bisa mendapatkan nilai yang bagus. Kesal karena tertinggal dari yang lain. Kesal karena uum ngerasa uum bisa mendapat yang lebih. membuat uum nangis meler seharian di dalam kamar.
Saking uum sedihnya karena kejatuhan yang sejatuhnya-jatuhnya itu, uum jadi kehilangan kepercayaan diri. Malu. Bahkan uum menjauhi teman-teman yang menemani uum. uum terlalu takut untuk memulai pembicaraan. Malu banget rasanya. Lalu muncullah pikiran-pikiran aneh di kepala uum. Kenapa sih yang lain -teman-teman uum yang lain- bisa cepat banget nangkep pelajaran yang dikasi dosen ke mereka. Uum, udah belajar di kelas, belajar lagi di kosan, teteup aja ngertinya telat. Kalo yang lain ngertinya ps di kelas, uum ngertinya setelah ngebaca berkali-kali. kalau yang lain pas baca soal ngerti dan bisa jawab, uum ngertinya pas ujian selesai. Telat banget kan?



