Hinata Umi's Work

[Artikel] Jihad Fii Sabilillah




Jihad dalam definisinya sebagai kata, jihad berasal dari kata “Jahada” atau “Jahdun” yang berarti usaha atau “Juhdun” yang berarti bersungguh-sungguh.

Berdasarkan Kultum tadi siang di Surau Ramadhan Fasilkom UI, si Ustadz yang saya lupa namanya, Jihad dibagi menjadi tiga jenis:

  1. Jihad Fi Sabilillah
  2. Jihad umum (Ammar Ma’ruf Nahi Mungkar)
  3. Jihad melawan Hawa Nafsu
Tapi secara kata jihad di dalam Al-Qur’an (lupa ayat apa tadi *orz) bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu:

Jihad Fii Sabilillah
Jika jihad ditambahkan dengan kata “Fii sabilillah” maka sudah jelas maknanya adalah jihad dalam peperangan. Jihad ini wajib hukumnya untuk seluruh muslim. Namun harus diingat, Jihad jenis ini hanya dilakukan saat negara atau daerah kita diserang dan memang dalam kondisi berperang. Jika kondisi negara damai atau daerah yang ingin dijadikan tempat berjihad dalam keadaan damai, maka sudah jelas, hukumnya haram melakukan peperangan. Namun, Jihad Fii sabilillah ini juga bisa dilakukan di daerah non-perang dengan menyesuaikan kebutuhan dari daerah tersebut.

Jihad jenis ini harus sesuai dengan medan “perang” tempat kita berada. Misal, kitaberada di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, maka jihad fii sabilillah yang dapat kita lakukan adalah menurunkan tingkat kemiskinan. Atau kita berada di daerah dengan tingkat kecerdasan rendah, maka jihad fii sabilillah yang dapat kita lakukan adalah mencerdaskan daerah tersebut. Akan sangat salah jika kita melakukan Jihad Fii Sabilillah dalam bentuk kekerasan/perang di negara yang damai dan tidak sedang berperang.


Jihad
Jika hanya ada kata “Jahada” atau “Jahdun” atau “Juhdun” tanpa ditambahi kata “Fii Sabilillah” maka makna dari jihad adalah bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Bentuknya bisa beragam.

Untuk jihad yang “bersungguh-sungguh”, maka tanda yang bisa kita lihat adalah dengan:
  1. Cepat dalam menyelesaikan pekerjaan/perkara yang dijihadkan
  2. Tekun mempersiapkan segala hal terkait jihad tersebut
  3. Memiliki keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik
  4. Mampu mengalahkan kelemahan diri
Dari Penjelasan ustadz tersebut Umi akhirnya paham bahwa makna Jihad ternyata bergantung pada kata apa dia disandingkan. Beda kata yang disandingkan, beda pula artinya.

* * *

Share:

0 komentar

Apa yang kamu pikirkan tentang tulisan di atas? Beri komentar di bawah, ya, teman-teman.